07 Okt 2024 admin senat

Ketua Senat Akademik UNIDA Isi Majelis Tasbih, Bahas Peternakan dalam Peradaban Islam

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) selenggarakan kegiatan rutin ketauhidan Majelis Tasbih pada Jumat, 16 Juni 2023 secara hybridyakni daring via Zoom Cloud Meetings dan luring di Majelis Baitul Quran (MBQ) UNIDA.

Dalam kesempatan ini, Majelis Tasbih diisi oleh Ketua Senat Akademik UNIDA, Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UNIDA, Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D beserta jajaran dan diikuti oleh insan UNIDA.

Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si dalam paparan materinya menyampaikan mengenai peternakan dalam peradaban Islam.

Allah SWT berfirman dalam Quran Surat Al-Imran ayat 14 yang artinya, dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga).

Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si mengatakan, ayat tersebut memiliki kesamaan dengan tagline UNIDA yaitu menggenggam dunia, meraih akhirat. Dalam memahaminya perlu berbagai pendekatan yang digali dari berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah menggali sejarah perkembangan peternakan (pertanian) dalam peradaban islam.

Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si mengungkapkan bahwa telah ditemukan gambar hewan di gua yang diperkirakan dari tahun 30.000 SM. Hal ini diidentifikasikan bahwa sejak lama manusia sudah berdampingan dengan hewan. Sejak tahun 10.000 SM maka dimulailah masa awal domestika yang dimana manusia mulai hidup di suatu tempat dan bercocok tanam serta beternak. Sejak saat itu, manusia menyesuaikan perilaku hewan sesuai dengan kebutuhan.

“Banyak kontribusi ternak dalam peradaban Islam, dahulu di Jazirah Arab hewan ternak utamanya yaitu unta, kuda, domba dan kambing. Bahkan sebelum peradaban Islam di Arab, unta dijadikan alat transportasi dan juga dijadikan alat tukar seperti mas kawin, harga tebusan, hasil perjudian bahkan kekayaan itu dihitung dalam jumlah unta, dan juga unta sebagai teman orang badawi karena air susunya diminum sebagai pengganti air, sebab air pada musim kering hanya diberikan untuk unta saja,”

“Bisa kita ekstraksi, dalam peradaban Islam, penting untuk menghormati dan menjaga kesejahteraan hewan, etika memperlakukan hewan menjadi perhatian penting, sehingga hubungan antara manusia dan hewan dapat terjalin secara seimbang dan bertanggung jawab,” pungkas Prof. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si.

Pemaparan materi lebih lengkap dapat disaksikan melalui kanal YouTube “UNIDA TV”, atau dengan klik langsung tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=VMmPl5IsK1Q

Agenda

  • Rapat

    10:30AM

    10 Nov 2024 - 11 Nov 2024

  • upacara

    10:46 AM

    10 Des 2024 - 10 Des 2024